Kuala Lumpur, Peradaban Metropolitan di Lembah Sungai Klang

“Keep walking, until the city lights dissolve into a country sky”

Malaysia, Desember 2014

Perlahan langit malam datang menyapa, para calo bus yang didominasi oleh keturunan India masih sibuk mencari penumpang. Saya melangkah bingung mencari loket penjualan tiket bus jurusan Johor Baru – Kuala Lumpur. Selain penduduk lokal Malaysia, tidak sedikit traveller dari Eropa yang mengantri di loket. Setelah sebelumnya melewati proses birokrasi singkat di Singapura – Malaysia Border untuk sebuah cap pada passport, petang itu saya menjadi bagian dari kesibukan Terminal Bus Larkin, Johor Baru.

Menunggu bus, saya duduk disebelah pemuda lokal. Upin & Ipin jadi bahan perbincangan kami. Serial animasi anak asal Malaysia itu sangat terkenal di Indonesia. Dia bercerita, disini Upin & Ipin juga sangat nge-hits, sampai – sampai dijadikan konsep restoran franchise yang punya beberapa outlet di Malaysia. Kedai Makan Upin & Ipin.

Tengah malam waktu setempat ketika bus tiba di KL. Waktu selarut ini, tidak begitu banyak pejalan kaki selain saya. Beberapa kali saya bertanya pada orang arah menuju Petaling Street. Cukup sulit untuk menemukan Marquee Hostel yang ternyata tersembunyi di balik gang kecil, disana seorang teman sudah menunggu.

Jeje, lelaki asal Solo pedalaman, seorang teman dekat sejak jaman kuliah. Dia sudah tiba di KL sehari yang lalu. Marquee Hostel, tempatnya menginap ternyata sudah full booking. Karena kecerdasanya yang berlebih, sampai – sampai dia tidak booking room untuk saya sebelumnya. Jadilah dini hari itu kami berkeliling mencari hostel lain untuk saya. Daerah sekitaran Central Market ini memang menjadi salah satu pusat para backpacker di KL. Selain titik transportasi yang mudah, disini banyak hostel murah berformat dorm room.

????????????????????????????????????

     Hostel “Penginapan Pengembara”

Orang bilang, jika ingin menilai suatu negara datanglah ke capital-nya. Capital merupakan wujud cerminan dari suatu negara. Kuala lumpur, arti harafiahnya adalah kuala berlumpur. Kuala berarti tempat pertemuan dua atau lebih sungai, bisa juga diartikan muara sungai. Dua Sungai yang bertemu di KL adalah Sungai Klang dan Sungai Gombak. Titik persimpangan kedua sungai itu berada di dekat Masjid Jamek, Masjid yang menjadi salah satu landmark KL.

“Terus saiki dewe meh nang endi?” ( Terus sekarang kita mau kemana? ) siang itu, berbekal peta wisata Kota yang didapat Jeje di KLIA kami memulai sebuah diskusi klasik.

Berada di KL Sentral seperti berada disebuah Stasiun megah yang dikawinkan dengan Terminal dan Mall. KL Sentral adalah pusat transportasi rel di KL dan merupakan Railway Station terbesar di Malaysia. Sistem rapid transit di KL terdiri dari 3  transportasi rel : RapidKL RAIL, KL Monorail, dan KTM Komuter. Lengkapnya fasilitas transportasi tentunya menunjang mobilitas aktivitas kota yang tinggi.

KTM Komuter yang kami tumpangi melaju menuju Batu Caves. Diluar jendela kaca, nampak pemandangan khas kota metropolitan. Gedung – gedung tinggi berjajar beraturan, rumah – rumah berjejal padat sesekali diselingi hijaunya pepohonan. Di atas jendela kaca ditempel beberapa simbol seperti dilarang merokok, dilarang membawa binatang, dan yang agak berbeda “Dilarang berkelakuan sumbang” , “Indecent behavior”.  Disini kamu akan ditangkap jika berciuman di tempat umum. Meskipun merupakan negara yang bernuasa serba modern, Malaysia memegang erat budaya Islam. Bahkan hukum cambuk pun masih berlaku di negara ini.

DSC02643111

                                                                                 Batu Caves

Batu Caves adalah kuil Hindu Tamil yang paling terkenal di Malaysia. Patung Dewa Murugan setinggi 42 meter yang berlapis emas, merupakan patung Dewa Murugan tertinggi di dunia. Patung itu melambangkan kebajikan, jiwa muda yang merusak kejahatan. Terletak di tebing batuan kapur, seseorang harus menaiki 272 anak tangga untuk mencapai tempat pemujaan. Disepanjang tangga hidup pasukan kera liar. Salah satu dari mereka berhasil merampok sisa 2 buah pisang yang jauh – jauh saya bawa dari Indonesia untuk bekal.

????????????????????????????????????

            Perampokan Pisang

Saat festival Thaipusam yang digelar tiap tahun, Batu caves menjadi sangat ramai. Para pemuja akan berbondong – bondong datang diiringi musik dan tarian. Bahkan banyak pemuja yang sengaja melukai tubuhnya sendiri sebagai bentuk pengorbanan dan persembahan kepada para dewa. Batu caves merupakan salah satu bukti dari eksistensi keturunan India di Malaysia. Secara keseluruhan, 8% penduduk Malaysia adalah keturunan India.

Jalan – jalan sore di area Chinatown juga bukan pilihan yang buruk. Bagi tourist yang gemar shopping ala pasar, disini tempat yang wajib mereka sambangi. Central Market atau Pasar seni yang menawarkan berbagai souvenir lengkap, Annexe Gallery yang menawarkan berbagai lukisan, sampai Petaling street yang menjual berbagai barang KW semuanya ada di area Chinatown ini. Para pedagang bersahutan silih berganti melontarkan kalimat persuasif kepada pejalan yang lewat.

Bagi yang ingin shopping ala Mall, KL juga surganya. Tiga dari 10 Mall terbesar di dunia ada di KL. Perlahan, KL memang menjelma menjadi salah satu kota pusat perbelanjaan ternama di dunia. Bahkan tahun 2013 lalu, CNN Travel menobatkan KL sebagai peringkat 4 untuk Kota belanja terbaik di dunia, dibawah New York, Tokyo dan London. Sebuah pencapaian istimewa untuk sebuah Kota yang usianya lebih muda dari Bangkok dan Jakarta.

PicsArt_1446692117447

                                                                                Bangunan Sultan Abdul Samad

Dataran Merdeka menjadi area favorit saya dan Jeje sore itu. Bangunan Sultan Abdul Samad dikelilingi sidewalk lebar, berhadapan dengan Lapangan Dataran Merdeka yang hijaunya terhampar luas. Kesan klasik cantik menjadi perpaduan yang unik jika digabungkan dengan ramainya aktivitas Kota. Bangunan bersejarah ini perpaduan antara gaya arsitektur Moorish dan Mughal. Moorish merupakan gaya arsitektur asal Spanyol, ciri khasnya dua tiang disambungkan oleh lekukan berbentuk tapal kuda. Mughal sendiri merupakan gaya arsitektur percampuran Persia dan India, kubah kecil dan batuan marmer adalah ciri khasnya. Taj Mahal merupakan contoh arsitektur bergaya Mughal yang dikenal semua orang.

IMG_0522

                                                                 Dataran Merdeka & Jeje

Bangunan paling fenomenal di KL tentunya adalah Petronas Tower. Dalam bukunya To Reach The Clouds, Philipe Petit, seorang pria Prancis, menceritakan kisahnya berjalan diatas kawat yang ia bentangkan diantara dua puncak WTC. Aksi illegal nan fantastis lain juga pernah dilakukan pria Prancis lainya, Alain Robert. Tahun 2009, pria yang mendapat julukan “Spiderman” itu berhasil memanjat Petronas Tower sampai puncak tanpa bantuan alat pengaman apapun. Dan sampai sekarang, lihatlah bagaimana bangunan kembar tertinggi di dunia itu tetap menjadi magnet pusat perhatian bagi siapa saja yang datang ke KL.

Bagi saya, Petronas Tower menjadi bangunan berfilosofi tepat untuk melukiskan Kuala Lumpur. Kekuatan pondasinya menopang tinggi menara, menjaga dari terjangan angin agar tidak terombang – ambing, lambang sebuah dasar ideologi yang kuat telah tertancap dalam. Budaya islam dilambangkan dengan Rub al-hizb, merupakan bentuk Petronas tower jika dilihat dari langit. Sinarnya yang terang malam itu membuatnya terkesan mewah, cahaya gempita ala moderenitas. Tegaknya melambangkan kekuatan, sebuah kepercayaan diri menjulang keatas menantang masa depan.

IMG_05

                Dua Menara & Dua Zonk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s