Kota Tua Tenang di Sudut Pulau Penang

“Change your location , and may just change yourself”

Malaysia, Desember 2014

Secangkir teh tarik panas ini terasa begitu berbeda, aroma khas nya mengepul bebas ditelan udara. Tak disangka, warung kecil di pojokan Penang Port ini punya teh tarik ajaib dan nasi kandar nikmat. Paket sarapan yang pas untuk meyingkap kabut pagi di kota asing. Setelah semalaman tidur di sleeping train rute Kuala Lumpur – Butterworth, disambung ferry subuh hari, sampailah kami di Georgetown.

Dua pasang kaki kembali bingung melangkah, seperti biasa karena tak ada tujuan pasti. Jadilah saya dan Jeje berkeliling mencari Tourist information terdekat. Wanita keturunan India itu menyapa ramah, narasumber pertama kami, tak lupa diberikanya tumpukan peta dan souvenir.

Pusat para pejalan berkantong tipis berada di Chulia Street atau Lebuh Culia, disana berderet hostel murah ber-format dorm room. Sepanjang jalan menuju Lebuh Culia, mata ini semakin tersadar, ada yang berbeda di kota ini. Selain burung gagak yang bebas bertengger di mana – mana, mulai nampak berbagai bangunan bernuansa tua berderet dengan arsitektur yang cantik. Hiruk pikuk kota besar dengan segala kepenatan dan kesibukan layaknya Kuala Lumpur tidak tampak disini. Waktu seakan berjalan lamban, udara terhirup segar tanpa padatnya kendaraan berlalu – lalang. Saya mulai suka kota yang letaknya di sudut Pulau Penang ini.

Bangunan tua yang ada mayoritas memiliki arsitektural kolonial Inggris, bukti nyata kependudukan Inggris di masa lampau. Sebagian tempat masih difungsikan sebagai fasilitas bisnis, seperti bank, hotel, toko, bahkan rumah penduduk. Kesan klasik kota ini makin lengkap dengan mayoritas kendaraan milik penduduk, baik itu sepeda motor atau mobil adalah keluaran tahun 80an. Meskipun terkesan tua, bangunan berderet tampak terawat dan bersih, sidewalk lebar membingkai jalan aspal mulus didepannya. Pemerintah Malaysia melarang keras pembongkaran gedung lama, penduduk hanya diperbolehkan melakukan renovasi sebatas mengecat atau memperbaiki dekorasi. Sebuah wujud tata kota tua yang patut mendapat apresiasi. Tak heran bila Georgetown telah dinobatkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site pada tahun 2008.

71449

Sepanjang Jalan

Georgetown adalah ibukota Negara bagian Penang. Penang merupakan satu dari total 13 negara bagian yang membentuk Malaysia. Setelah Malaysia merdeka sebelum tahun 1970, Penang hanya mengandalkan pertanian konvensional. Waktu itu Penang sangat miskin dan tidak berkembang. Pemerintah Penang sadar akan hal itu, mereka mengiginkan perubahan, maka dibentuklah PDC. Penang Development Corporation (PDC) adalah badan hukum mandiri bertujuan meningkatkan pembangunan sosial-ekonomi Penang dan menciptakan kesempatan kerja. Gambaranya, kalau di Indonesia PDC itu semacam BUMD.

Master plan utama yang disusun PDC adalah pengembangan industri dan pariwisata, tahun demi tahun berlalu. Industri bangkit, diikuti pertumbuhan pariwisata yang juga menjadi sektor penting ekonomi. Dan kini Penang berevolusi menjadi Negara bagian terkaya ketiga setelah Negara bagian Selangor dan wilayah federal Kuala Lumpur.  Jembatan Penang didirikan, merupakan jembatan terpanjang se-Asia tenggara. Jembatan kokoh penghubung Pulau penang dengan Semenanjung Malaka, menjadi pertanda kejayaan dan kebangaan Penang. Prestasi lainya, Penang dinobatkan menjadi 2nd Most Urbanized State in Malaysia , top 10 Malaysia dynamic industrial cluster,  dan menjadi 8th Most Livable City in The World.

Untitled

Gapai Tanganku

Untitled11

Ayah, Ibu dan Anak

 

Untitled222

Berkendara Bersama

Ada semangat yang unik sore itu dari para pengunjung untuk menjelajah sudut kota mengikuti peta berburu street art. Sisi lain dari Georgetown, street art berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata. Bermula dari Georgetown Festival 2012 , seorang seniman muda asal Lithuania, Ernest Zacharevic membuat beberapa mural yang dijuluki “Mirror Georgetown”. Sesuai namanya, mural melukiskan cerminan kehidupan klasik Georgetown. Aliran mural realis, membuat tembok – tembok tua terkesan interaktif menyampaikan ceritanya masing – masing. Sejak mural Mirror Georgetown, street art terus berkembang. Para seniman internasional datang untuk berkarya dan menandai Georgetown sebagai kanvas seni yang dinamis.

71613

Dua Mural & Dua Zonk

Banyak juga yang bilang “Penang is about food”. Sebagai kota pelabuhan penting di masa lampau sebelum Singapura berdiri, Penang memiliki penduduk yang heterogen. Mayoritas penduduk Penang adalah etnis Cina, disusul etnis Melayu dan India. Otomatis berbagai kuliner khas tiap etnis dapat ditemui disini. Saat malam tiba, jalanan mulai penuh dengan aroma Chinese street food yang menyeruak. Di kawasan Little India, berbagai restaurant khas India berjejal di pasar yang menjual segala sesuatu yang juga bernuansa India. Sebelum kembali ke hostel, menikmati malam bertabur keunikan makanan dan mencoba beer lokal menjadi pengisi waktu yang menyenangkan.

Berjalan di kawasan padat penduduk, terlihat Masjid, beberapa langkah kemudian tercium bau hio khas Vihara, sekian meter kedepan berdiri Gereja, setelahnya ada Kuil pemujaan. Gambaran keanekaragaman yang melebur tenang menciptakan suatu harmoni. Bukankah hidup memang seharusnya seperti ini. Kita semua adalah manusia yang sama, sebatas mahkluk peghirup oksigen yang dibekali akal budi dan nurani. Bukankah kita terlahir sama dan tumbuh dengan perbedaan yang kita ciptakan sendiri. Bukankah perbedaan semu yang menciptakan garis batas tiap ideologi, ras, agama, negara, seharusnya tidak menjadi penghalang untuk sebuah kehidupan yang tenang di alam semesta.

IMG_0306

Huruf Arab, Translate Inggris & China

Tulisan ini dimuat di Majalah Travel Online Padmagz, Edisi 11 Agustus 2016

Link : http://padmagz.com/mencari-harmoni-di-sudut-penang/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s