Dua Titik Kecil di Karibia

“I would rather own little and see the world, than to own the world and see little of it”

Saint Kitts and Nevis, April 2016

Tahukah kamu dimana letak Negara Saint Kitts and Nevis di peta dunia? Bisa jadi sebagian besar penduduk bumi tidak tahu kalau Negara ini ada. Termasuk juga saya sebelumnya. Berbulan-bulan mengelilingi Negara-negara Karibia, saya berkesempatan untuk sedikit mengenal Saint Kitts and Nevis. Negara terkecil dalam luas wilayah dan jumlah penduduk di Benua Amerika.

Sesuai dengan nama Saint Kitts and Nevis, Negara ini terdiri dari 2 pulau. Saint Kitts pulau bentuknya oval sepanjang 37 km dengan lebar 8 km, dan pulau Nevis disebelah tenggara yang lebih sempit. Uniknya dikedua pulau tersebut sama-sama memiliki gunung berapi yang tampak menjulang tinggi. Sebenarnya Gunung Liamuga di Saint Kitts ‘hanya’ setinggi 1,156 m. Namun karena dimensi pulau yang juga tidak luas , ditambah letaknya tidak jauh dari laut, membuat gunung itu tampak menjulang memadati pulau. Gunung Liamuga gagah berdiri menyambut saya yang tiba di Basseterre. Merupakan Ibukota Negara sekaligus Kota terbesar, Basseterre merupakan Kota pelabuhan gerbang utama para traveller saat memasuki Negara ini.

Jpeg

Basseterre seperti layaknya Kota-kota pariwisata di Karibia, penuh dengan aktifitas tourist dan keseharian penduduk lokal. Berbagai pusat shopping, berbagai restaurant dari mulai Carribean restaurant, Western, Fast food ala Amerika sampai Chinese restaurant tersebar diberbagai sudut. Yang menarik disini bagi saya adalah arsitektur unik pemukiman penduduk. Penjajahan panjang Prancis dan Inggris di masa lampau saat ini menyisakan penduduk Saint Kitts yang mayoritas merupakan keturunan budak dari Afrika. Dikarenakan padatnya kota, hampir semua rumah mereka berdesakan tanpa halaman, tersusun lebih dari 1 lantai. Rumah-rumah khas Karibia tersebut kaya akan warna, berderet rapi disepanjang sempitnya jalanan perkotaan. Meskipun tampak padat, namun tata kota dan kebersihan yang sedemikian rupa membuat para wisatawan betah memilih menjelajah Kota dengan berjalan kaki.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Salah satu bangunan bersejarah peninggalan kolonial Inggris di Basseterre adalah Gereja Anglikan Saint George. Aliran Anglikan sendiri merupakan Gereja yang menerapkan tradisi liturgis dan konsep teologis Gereja Inggris. Bersifat Katolik namun juga reformatoris. Bisa dibilang gereja yang mewakili Katolisisme tanpa Paus, juga Protestanisme tanpa Luther. Sejak pertama kali dibangun tahun 1670, Gereja ini sudah berulang kali mengalami renovasi dikarenakan kerusakan dari berbagai bencana alam seperti gempa, badai, sampai kebakaran. Kombinasi arsitektural Romanesque dan Gothic, dengan tembok luar tersusun dari batuan andesit dan atap dari batu tulis, membuat Gereja ini terlihat tampak begitu berbeda diantara bangunan disekitarnya.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Ketenangan serta kesan klasik yang mendalam di dalam Gereja ini memberi jeda waktu kontemplasi tersendiri ditengah kesibukan Basseterre diluar sana. Setelah menaiki tangga melingkar nan sempit di menara lonceng gereja, saya dihadapkan dengan view 360o Kota Basseterre. Dari puncak menara ini tampak jelas Gunung Liamuga begitu cantik, punggungnya yang diselimuti awan, serta kerumunan pemukiman tersebar di kakinya. Di kejauhan terlihat juga pulau Nevis, ditandai dengan Gunung Nevis Peak yang tertutup awan dipuncaknya.

Jpeg

Jpeg

Untuk melihat lebih dekat kehidupan penduduk diluar Ibukota, saya beranjak ke kota-kota kecil yang tersebar di Negara ini. Meninggalkan Basseterre, jalanan aspal semakin sempit dan tidak rata. Diluar Ibukota tidak ada lampu rambu lalu lintas. Semakin menuju jantung pulau meninggalkan bibir pantai, tidak banyak kendaraan yang berlalu-lalang. Jarak dari satu kota ke kota kecil atau pedesaan lainnya tidaklah begitu jauh. Pemandangan yang dominan adalah padang rumput kecoklatan, dan ladang pertanian dengan latar belakang perbukitan Gunung Liamuga. Mayoritas penduduk Saint Kitts hidup di kota-kota kecil dan pedesaan. Menggantungkan hidup dari pertanian dan mereka hidup secara sederhana. Perbedaan yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan atmosfir Bassetere. Ibukota memang seringkali merupakan wajah penuh make up dari suatu Negara.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Sebenarnya Negara ini pernah berjaya di masa penjajahan Inggris. Setelah peperangan panjang abad 17 melawan Prancis, Inggris berhasil mengambil alih Negara ini. Pada masa itu, tepatnya tahun 1727 Saint Kitts and Nevis menjadi Negara nomor satu penghasil gula di Karibia. Kemunduran ekonomi dimulai pada era 1980an dikarenakan jatuhnya harga gula dunia, ditambah pesaing dari Negara lain mulai bermunculan. Pemerintah kemudian beralih untuk mempromosikan Saint Kitts and Nevis di sektor pariwisata. Hingga kini industri pariwisata merupakan tulang punggung Negara ini. Meskipun saat ini Negara ini masih merupakan salah satu Negara dengan GDP ( Gross Domestic Product ) rendah diantara Negara Karibia lainnya, perlahan Saint Kitts and Nevis mencoba membangun kejayaan masa lalu.

Jpeg

Caribbean Dolls

Jpeg

Menurut saya Saint Kitts dan Nevis memberi warna tersendiri di kawasan Karibia. Memang pariwisata Negara ini tidak semapan dan se-spektakuler seperti Negara Karibia lain macam Bahama, Bermuda, Grand Cayman, Saint Martin atau US Virgin Island. Dari mulai pengelolaan, fasilitas juga objek pariwisata yang ada, Saint Kitts and Nevis masih jauh dibawah Negara-negara tetangganya itu. Namun dimata saya, justru hal tersebut yang menjadi keunikan tersendiri. Gambaran kehidupan Negara dunia ketiga yang masih cukup mentah dan alami di Karibia dapat ditemukan disini. Negara dengan dua pulau mungil, dua titik kecil dengan dua puncaknya ditengah luasnya Lautan Karibia.

Jpeg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s