Annapurna Circuit Trek (2)

Informasi singkat sepanjang trek

Route  : Ngadi – Manang – Thilicho – Thorung La Pass – Muktinath – Jomsom  & Poon hill

Durasi : 15 Hari

Memulai berjalan dari Desa Ngadi di ketinggian 920m. Naik perlahan, hari berganti, landscape berganti, suhu berganti.  Pola akan selalu sama : bangun pagi, trekking, dan menginap di Tea house berbeda tiap malam. Rata-rata trekker berjalan 5-7 jam/hari. Baik untuk dapat memulai berjalan sebelum jam 8 pagi, sebelum matahari meninggi. Perhatikan estimasi waktu, usahakan sampai di desa tujuan sebelum petang. This is not competition, berhenti berjalan dan istirahatkan tubuh sejenak jika memang sudah merasa lelah. Sampai di ketinggian lebih dari 3500m, ambil 1 atau 2 hari untuk proses aklimatisasi, penting untuk menghindari resiko AMS hingga HACE.

Sebaiknya tidak berekspektasi terlalu tinggi terhadap fasilitas seperti hot shower atau wifi di banyak penginapan. Hot shower biasanya dihasilkan dari water heater jenis gas yang entah bagaimana cerita teknisnya sehingga air yang keluar hanya di beberapa lubang dari total sekian banyak lubang yang ada di shower. Seringkali air keluar juga masih dingin. Mencapai ketinggian 4000m lebih, biasanya ada charge untuk jasa hot shower, terkadang mereka memanaskan air menggunakan tungku dapur. Saya tidak menggunakan Hp ataupun wifi selama trekking. Namun seringkali saya dengar dari trekker lain, bahwa pemilik penginapan beralasan wifi sedang bermasalah, tidak dapat dipakai hari ini. Dan sepertinya alasan yang sama dipakai setiap hari 🙂 Usahakan untuk memesan makanan sebelum tingkat lapar maksimal. Untuk membuat satu jenis menu makanan, rata-rata Tea house memerlukan waktu hampir 1 jam. Bagaimanapun, menurut saya segala keterbatasan tersebut sangatlah wajar. Mengingat Tea House maupun Hostel tersebar di lokasi yang ekstrim ini keberadaanya sudah sangat membatu para trekker.

Tulisan berikut berisi catatan singkat selama trekking Annapurna Circuit, semoga bermanfaat. Sebelum menuju catatan, boleh lihat dulu video pendek saya 🙂

Trekking Day 1

Ngadi – Ghermuphant ( Lunch ) = 4 Jam *** Ghermuphant – Jagat = 2 Jam

Landscape berupa hamparan ladang padi dan tebing-tebing dan perbukitan hijau tinggi menjulang. Jika masih punya tenaga dan waktu, dari Jagat lanjut saja ke Chamje. Ada Rainbow Guest House di Chamje, tempat bermalam dengan view Air Terjun cantik tepat di depan Guest House. Trekking day 1 dan 2 akan melelahkan karena secara umum jalur naik memanjang, banyak tanjakan-tanjakan serta anak tangga.

Trekking Day 2

Jagat – Tal ( Lunch ) = 3,5 Jam *** Tal – Dharapani = 2,5 Jam

Jalur di hari ke 2 ini menyusuri tebing yang dibelah oleh Sungai Marsyangdi. Terletak di lembah tepi sungai, dengan background air terjun di belakang desa, membuat Tal menjadi tempat yang istimewa untuk lunch. Desa lembah cantik yang diapit tebing-tebing tinggi, suara gemercik air terjun dari kejauhan mengisi waktu istirahat siang hari. Di ujung Desa Dharapani, terdapat Guest House dengan view sungai dan gunung dijendela kamar. Suara nyanyian arus sungai mengalun sepanjang malam 🙂

Trekking day 3

Dharapani – Timang ( Lunch ) = 3,5 Jam *** Timang – Chame = 2 Jam

Dari Dharapani menuju Timang, jalur melelahkan berupa anak tangga panjang naik membentang. Timang merupakan desa cantik diantara perbukitan, banyak tempat lunch memiliki rooftop mountain view. Timang – Chame trek relatif datar, akan melewati desa cantik Thanchowk dan pengecekan terekking permit ACAP di Koto. Chame merupakan Desa yang cukup besar & ramai, berbagai barang dan kebutuhan pendakian dijual disini. Jika ingin tempat bermalam yang lebih tenang, berjalanlah menuju ujung desa di seberang sungai. Setelah menyeberangi suspension bridge, ada beberapa Hostel yang dekat dengan Hot Spring.

Trekking Day 4

Chame – Dhikur Pokhari ( Lunch ) = 2,5 Jam *** Dhikur Pokhari – Upper Pisang = 1 Jam

Pada trek ini, tidak terlalu berat dan banyak waktu untuk beristirahat. Landscape juga sudah mulai terlihat berbeda dari hari – hari sebelumnya, jadi nikmati dan tidak perlu terburu – buru. Upper Pisang adalah Desa cantik dipunggung bukit, tempat yang sempurna untuk bermalam. Rekomendasi Hostel : Himalayan Hotel, berjalanlah keujung atas desa, letaknya tepat di bawah Monastri. Hostel sederhana ini memiliki view tower di halaman depan, view ajaib dari jendela kamar dan pemilik yang baik hati 🙂

Trekking Day 5

Upper Pisang – Braga ( Lunch ) = 4,5 Jam ( Take the Road ) *** Braga – Manang = 0,5 Jam

Jalur NATT dari Upper Pisang – Braga membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dan medan berat, ditambah lagi saat itu hujan, maka kami putuskan untuk ambil jalur Jalan biasa. Itupun memakan waktu 4,5 jam padahal jalur Jalan tidak terlalu berat. Mencapai ketinggian lebih dari 3000m, kondisi tubuh terasa berbeda, ditambah kelelahan 5 hari berjalan, ditambah lagi hujan, so today all of us looks f*cked up 🙂 Di Braga, setelah lunch sempatkan untuk mengunjungi Braga Gompa. Monastri berusia lebih dari 900 tahun, jika memiliki kesempatan untuk masuk, kamu akan takjub dengan suasana yang ada di dalam sana 🙂

Manang terasa seperti Kota kecil, segala kebutuhan dapat ditemui disini. Terletak di ketinggian 3500 m, desa ini merupakan tempat persinggahan terbesar sebelum titik tertinggi Thorung La Pass. Dari mini market, bakery, laundry, bioskop mini sampai tukang reparasi sepatu semua ada. Tips di Manang: untuk makan di luar hostel, ada beberapa restoran sederhana yang harganya jauh lebih murah. Sulit untuk dapat free room di Manang karena banyak trekker yang stay disini lebih dari semalam untuk aklimatisasi sekaligus rest day. ACAP Office disini menyediakan Dokter untuk konsultasi kesehatan gratis buka tiap jam 3 sore.

Trekking Day 6 = Acclimatization Day & Rest Day

Bisa bangun lebih siang dari biasanya, berlama-lama bermalasan di kasur karena tidak ada trekking hari ini. Hal ini penting selain untuk proses aklimatisasi, juga bertujuan untuk beristirahat. Mengembalikan stamina, kondisi tubuh setelah trekking selama 5 hari beruntun. Hari ini dapat diisi dengan berbagai kegiatan menyenangkan. Jalan santai ke bukit belakang desa, disana ada Danau Ganggapurna. Bermain bersama kerumunan Yaks di lembah sungai. Berkeliling mencicipi berbagai produk bakery. Hingga nonton di bioskop mini yang memutar film-film seperti 7 Years in Tibet, The caravan, Into The Wild, Everest, dll. Well, Everybody loves acclimatization day 🙂

Trekking Day 7 = Side Trip to Tilicho Lake

Manang – Upper Shri Kharka ( Lunch ) = 4 Jam *** Upper Shri Kharka – Tilicho Basecamp = 2,5 Jam

Side trip ini akan memakan 2-3hari ekstra, walaupun begitu saya sangat menyarankan untuk ambil side trip ini. Landscape sepanjang trek sungguh istimewa, juga baik untuk adaptasi tubuh diatas 4000m. Dari Manang ambil jalur Tilicho Lake, ikuti petunjuk jalan dan tanda Putih-Biru ( Side Trail ). Menanjak secara perlahan, akan mulai terlihat landscape Tilicho dari kejauhan. Upper Shri Kharka ada 1 Teahouse, tempat lunch sempurna dengan view indah sepanjang mata memandang. Perjalanan akan berlanjut melewati Land Slide Area. Perlu diperhatikan untuk berhati-hati melangkah, jalur amat sempit dengan tanah dan bebatuan diatas rawan longsor, sedang dibawah adalah jurang tinggi berakhir di dasar sungai. Jika kondisi hujan, lebih bijak untuk menunda lewat jalur ini, tunggu hujan reda, karena terlalu beresiko.

Trekking Day 8

Tilicho Basecamp – Tilicho Lake = Cancel *** Tilicho Basecamp – Upper Shri Kharka = 2,5 Jam

Bermalam di Tilicho Basecamp kamu akan merasakan bagaimana sulitnya untuk dapat tidur lelap pada ketinggian lebih dari 4000m 🙂 Pagi harinya cuaca amat buruk, hujan disertai kabut serta salju membuat jalur menuju Tilicho Lake terlalu beresiko. Memasuki kabut, jarak pandang amat terbatas, ditambah salju dan jalur tanah,bebatuan membeku terselimuti es menjadi amat licin dan berbahaya. Kami dan para trekker lain memutuskan untuk turun kembali menuju Basecamp. Ada perasaan kecewa karena melewatkan Tilicho Lake, salah satu danau tertinggi di dunia. But this is the adventure, sometimes sh*t happen 🙂 Kami melanjutkan perjalanan dan bermalam di Upper Shri Kharka yang jauh lebih sepi dari para trekker ketimbang Lower Shri Kharka. Tidak seperti malam sebelumnya, malam ini kami dapat tidur lelap, mungkin karena proses adaptasi tubuh terhadap kondisi ketinggian.

Trekking Day 9

Shri Kharka – Yak Kharka ( Lunch )= 4 Jam *** Yak Kharka – Ledar = 1 Jam

Perjalanan dari Shri Kharka menuju Yak Kharka menghadirkan perpaduan landscape cantik Annapurna Range – Tilicho. Banyak trekker memilih Yak Kharka untuk bermalam. Yak Kharka memiliki lebih banyak opsi penginapan dibandingkan Ledar. Di Ledar terdapat 3 penginapan : 2 Hostel besar dan 1 Hostel kecil. Jika menginap di Ledar saran saya adalah untuk memilih Hostel kecil. Letaknya diantara kedua Hostel besar tersebut. Tidak terlalu banyak trekker berkumpul. Pemilik baik hati, masakannya enak pula 🙂

Trekking Day 10

Ledar – High Camp = 3 Jam

Mendekati Thorung Phedi, sudah terasa nafas yang semakin berat. Gunung-gunung berselimutkan salju tampak jelas di depan mata. Banyak trekker yang memilih untuk bermalam di Thorung Phedi ketimbang High Camp. Resikonya mereka harus memulai summit lebih pagi. Kami memutuskan untuk bermalam di High Camp. Thorung Phedi – High Camp butuh waktu kurang lebih 1 jam dengan trek menanjak tinggi. Saran saya adalah untuk bermalam di High camp, selain tidak perlu memulai summit terlalu pagi, view di High Camp juga lebih indah.

Trekking Day 11 = Summit Day

High Camp – Thorung La = 3 Jam *** Thorung La – Muktinath = 3 Jam

Penting untuk tidak memulai summit terlalu pagi, guna menghindari bahaya Frosbite hingga Hypothermia. Pada beberapa kasus, hal ini dapat berakibat fatal. Disarankan untuk tidak memulai summit dibawah jam 5 pagi. Kesulitan utama mungkin adalah suhu ekstrim dan jalur cukup licin akibat tertutup es. Disini pemilihan Jaket, Hiking Boot, hingga Gloves yang berkualitas akan terasa sangat membantu. Melangkah secara perlahan, namun konstan, atur nafas. Mencapai ketinggian 5000m, akan melewati bukit-bukit berselimut salju putih dikelilingi Annapurna Range yang tampak di depan mata. Saat matahari mulai muncul, suhu akan terasa lebih hangat ketika akhirnya sampai di titik tertinggi Thorung La Pass 5416m. Setelah prosesi bahagia keberhasilan dan foto-foto, perjalanan berlanjut dengan trek turun melelahkan selama 3 jam menuju Muktinath.

Trekking Day 12

Muktinath – Jomsom = 4 jam

Muktinath sudah seperti Kota kecil, banyak pula berdiri Hotel bertingkat yang tergolong cukup mewah jika mengingat letak desa ini di pegunungan. Muktinath memang menjadi salah satu destinasi wisata cukup populer dan banyak dikunjungi para peziarah. Jadi disini kamu akan temukan hot shower yang dapat berfungsi secara normal 🙂 Trek menuju Jomsom tidak begitu menyenangkan. Setelah melewati desa pertama, trek menyatu dengan Jalan. Para trekker berjalan menembus debu-debu tebal akibat kendaraan yang sudah sering terlihat kesana kemari. Tidak heran bila banyak juga trekker yang memilih untuk menyudahi trek di Muktinath, naik Jeep menuju Jomsom. Jika kamu masih memiliki waktu dan tenaga, lebih baik untuk lanjut berjalan dan bermalam di Marpha, desa cantik dengan nuansa klasik dan jauh lebih tenang dibandingkan Jomsom.

Trekking Day 13

Jomsom – Tatopani = 5 Jam by Bus

Banyak trekker menyudahi trek di Jomsom. Biasanya dari sini mereka naik Bus menuju Pokhara, untuk bersantai beberapa hari di kota itu. Saya ingin melanjutkan trek hingga Poon Hill, jadi saya naik Bus hingga Tatopani. Jomsom-Tatopani sebenarnya juga bisa ditempuh dengan trekking. Namun mengingat jalur trekking menyatu dengan jalan kendaraan, itu sungguh tidak menyenangkan, maka para trekker memilih menggunakan Bus hingga Tatopani. Harga tiket 1200NPR dimana tidak ada kesempatan untuk menawar. Berkendara dengan Magic Bus cukup menyenangkan, melaju berguncang di jalur bebatuan tepi jurang. Terkadang penumpang harus turun dari Bus kemudian naik lagi karena kondisi jalan juga ajaib 🙂

Trekking Day 14 = Poon Hill Trek

Tatopani – Gorephani = 7 Jam

Perjalanan dari Tatopani – Gorephani dapat dilakukan secara nyaman dalam 2 hari, atau bisa juga ditempuh 1 hari secara melelahkan. Saran saya jika kamu mempunyai waktu, pilihlah 2 hari. Dari Tatopani trekking 3 jam dan bermalam di Shirka, desa yang cukup cantik. Saya memilih untuk menyelesaikan dalam 1 hari, dimana sungguh terasa berat. Tatopani-Gorephani memiliki selisih ketinggian sekitar 1000m. Trek naik 1000m  didominasi oleh tanjakan dan banyak anak tangga sepanjang perjalanan amat menyiksa. Rekomendasi Hostel di Gorephani : Green View Hostel. Selain bisa bermalam gratis, tempatnya bersih, masakan enak, pemilik ramah dan hot shower terbaik yang saya temui sepanjang trek 🙂

Trekking Day 15

Gorephani – Poon Hill = 1 Jam ( Sunrise ) *** Gorephani – Nayapul = 7 Jam

Untuk melihat sunrise, trekker berangkat jam 5 pagi. Cukup bawa barang seperlunya, sisanya tinggalkan di kamar hostel. Trek naik menuju Pooh Hill berupa anak tangga dapat ditempuh sekitar 1 jam. Bila langit cerah, view barisan Himalaya dari Dhaulagiri, Annapurna hingga Machhapuchhre terlukis jelas didepan mata. Poon Hill trek termasuk jalur ramai dikarenakan trek tidak terlalu sulit dan dapat diselesaikan kurang dari 1 minggu. Banyak terlihat group trekker berusia diatas 50 tahun, hingga group family lengkap degan anak-anak mereka.

Selesai sunrise, kembali ke hostel untuk sarapan dan packing. Perjalanan menuju Nayapul fast gear memakan waktu 7 jam. Bila memiliki waktu lebih, akan nyaman bila ditempuh dalam 2 hari. Saya memilih untuk menyudahi dalam 1 hari. Meninggalkan Gorephani setelah sarapan, fast gear trekking tiba di Nayapul sekitar pukul 16.00. Beberapa jam terakhir cukup melelahkan berupa trek panjang turunan anak tangga dari desa satu ke desa lain. Dari Nayapul ikut bus menuju Pokhara, perjalanan sekitar 2 jam, tarif normal 100NPR. Namun pada trekking season bisa naik 2-3 kali lipat. Pokhara kota pariwisata yang cukup tenang jika dibanding Kathmandu, menjadi tujuan utama para trekker bersantai melepas lelah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s