Pagi Berganti di Himalaya

“To the mountain we go, to lose our mind and find our souls”

DCIM100GOPROGOPR8345.

Nepal, Oktober 2016

Pagi berganti, laju angin meniup lembaran kain warna-warni , memanjang dan saling terikat. Prayer flag berkibar, abadi menghiasi Himalaya. Kelima warnanya melambangkan lima elemen, lima cahaya murni. Biru adalah langit dan angkasa, putih udara dan angin, merah api, hijau air, kuning untuk bumi. Barisan mantra sansekerta Om Mani Padme Hum terpahat pada bebatuan sepanjang jalan, hingga menyatu bersama bunyi dencit, suara putaran prayer wheel. Di depan sebuah rumah batu, asap samar terbang naik, meninggalkan sisa tumbuhan bakaran persembahan puja. Iman, ritual, serta spiritualitas. Bahkan di tempat sejauh ini, setinggi ini, sedingin dan sunyi ini, terasa amat nyata. Sering dari dalam muncul pertanyaan, atau pernyataan? pernyataan tentang kekaguman. Melihat bagaimana mereka penduduk desa, dapat begitu berserah, sepenuh hati, percaya akan apa yang mereka yakini.

Kami para pencari merasa, semakin mencari, semakin banyak hal kami tidak mengerti…

Pagi berganti, tanpa kenal hari, deretan angka waktu terlupakan begitu saja. Hanya tau bahwa saat ini kami berjalan dalam dimensinya. Langkah pelan kaki-kaki lelah terhenti oleh semarak kilauan butiran putih, sisa salju semalam. Mereka hinggap terlelap dipucuk-pucuk dedaunan, sebelum akhirnya terbangun. Perlahan sirna menyatu bebas bersama hangat uap mentari pagi ini. Kerumunan Yaks bermalas-malasan di lembah hijau sebelah Desa. Kawanan Bharal gembira berlari kesana kemari menjelajah ketinggian. Di langit biru sana, para Elang Gunung terbang liar berkejaran dengan bayangan mereka. Sejauh apapun, setinggi apapun mereka terbang, bayangan itu akan tetap memijak bumi. Kebebasan seutuhnya bagi Himalaya dan para penghuninya.

Ketika kebebasan terasa begitu berbeda, tiap detail disekililingmu, keindahan, kejelasan, dan kebersihan pikiran. Semua menjadi satu didalam jiwamu…

DCIM100GOPROGOPR8191.

Pagi berganti, dingin ini makin menjadi. Mengeringkan bibir, kaku terpecah, terbelah perih disemua sisi. Rasa sakit diwajah , pori-pori matang terbakar matahari. Lihat juga beberapa dari mereka  jari-jari kakinya melepuh, lembaran kulit lepas terkelupas. Namaste, sapa ramah mereka yang mengira bahwa aku adalah seorang Sherpa. Sesekali hentakan trekking pole terdengar, menjadi selingan nafas yang sudah terasa makin berat. Di ketinggian lebih dari 4500m, terlihat Helicopter menghampiri. Evakuasi. AMS ( Altitude Mountain Sickness ) ditangani secepat mungkin, sebelum berakibat fatal. Tahapan aklimatisasi menjadi harga mati untuk mencapai ketinggian seperti ini. Jauh dibawah sana, selalu mengalunkan pertanyaan nuansa lama tentang “mengapa”. Lalu disini, semua itu terasa tidak begitu penting, atau mungkin terlalu rumit untuk dapat dimengerti.

Menemukan tempat pelindungan dari rasa sakit dari luar dan dalam batin yang selalu membingkai eksistensi kita sebagai manusia…

Pagi berganti, kembali  meringkasi tiap bawaan ke dalam tas ini. Segala kebutuhan hidup, melekat menyatu menjadi beban dipunggung. Berminggu-minggu, bulan, bahkan tahun, entah kapan akan kembali ke tempat yang mereka sebut rumah. Semua cerita panjang itu menyisakan ruang bagi Himalaya di dalamnya. Kami terbiasa dengan pakaian lusuh yang sama , makanan lokal yang sama, air sungai yang sama tawar, pagi demi pagi. Kemewahan, tampilan, aroma, kilau warna bukan bagian dari cerita sehari –hari. Kerumitan turun-temurun itu tidak menjadi bagian dari beban dipunggung ini, langkah terasa ringan, hidup terasa ringan. Bahwa sesungguhnya kita tidak membutuhkan banyak hal serba lebih untuk hidup. Bahkan gumpalan kering kerontang kotoran Yak, dapat menjadi nyala api alami. Penghangat bagi tiap jiwa yang meringkuk ditengah dinginnya gelap malam Himalaya.

Pemahaman mendalam tentang kesederhanaan hidup, kesadaran meghargai setiap pemberian alam, positivisme dan sukacita dalam segala realita…

Pagi berganti, masih sering kami bercakap panjang tetang sebuah arti. Di atas sini , seseorang akan menatapmu saat kamu berbicara, memberikan makna perhatian seutuhnya, bersatu dalam moment yang ada. I am talking to you, i am thinking about you. Sebuah konsep ringkas namun terasa telah kandas di bawah sana, jauh bagi Himalaya. Mata mereka menerawang terbang saat mendengarmu berbicara lebih dari 20 detik. Mereka sudah memiliki banyak hal lain di pikiran mereka, tentang lawan jenis yang mereka impikan, tentang lima sosial media yang mereka punya, tentang pekerjaan selanjutnya, tentang mobil selanjutnya. Tiap jiwa mencari arti, berlari kesana kemari sepanjang waktu. Sampai pada akhirnya kita temukan kekosongan, namun kita masih tetap terus berlari.

Mengambil beberapa kalimat dari salah satu buku favorit saya:

“ Remember what I said about finding a meaningful life? Devote yourself to loving others, devote yourself to your community around you, and devote yourself to creating something that gives you purpose and meaning

Pagi berganti, kali ini matahari harus menanti. Kala itu langit berhiaskan taburan bintang kala langkah-langkah kecil mengalun diatas tanah berbatu berselimut salju. Perjalanan summit diatas 5000m, sebuah pentas tentang kesunyian abadi. Tanpa kehidupan, sepanjang mata memandang hamparan putih puncak – puncak barisan Annapurna. Kami terus berjalan diiringi mentari meninggi. Secerca kehangatan diantara suhu minus yang tidak karuan. Bingkaian mahakarya megah, keindahan lukisan misteri alam yang telah membaringkan banyak nyawa manusia. Dibalik bukit itu berdiri sebuah tanda, berkibar tumpukan ratusan prayer flag disana. Thorung la pass 5416m, salah satu pass tertinggi  di dunia. Titik tertinggi bagi tiap pribadi dari kami sejauh ini. Annpurna Himalaya, memori dalam perwujudan sebuah mimpi, tentang cerita dan makna, alunan dongeng hidup tentang ketinggian.

DCIM100GOPROGOPR8392.

Pagi berganti,

Lalu kami berjalan terpisah, melalui pagi demi pagi yang tak lagi sama, melanjutkan kisah hidup yang berbeda…

Untuk Oceane dan Annika, jiwa-jiwa seperjalanan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s